Tujuan wisata yang terkenal sebagian besar berupa pemandangan, atau bangunan unik bersejarah. Jika kita hanya membuat foto bangunan atau pemandangan alamnya saja, rasanya fotonya kurang menggigit dan kurang menggambarkan kehidupan.
Saat ke Semarang beberapa waktu yang lalu, saya mencoba memasukkan unsur manusia kedalam foto travel saya. Berikut beberapa hasil fotonya:
Foto diatas tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada unsur manusianya. Dengan memasukkan petani enceng gondok, komposisi foto menjadi lebih menarik karena adanya bentuk manusia dan refleksi di air. Komposisi ini juga lebih bercerita tentang luasnya lingkungan di waduk Rawa Pening.
Di lokasi ini, warga setempat menawarkan jasa untuk menjadi model dengan menebarkan jala. Biayanya Rp. 150,000. Tapi saya langsung menolaknya bukan karena biaya modelnya mahal, tapi lebih karena terkesan dibuat-buat dan karena motivasi dari orang tersebut adalah untuk mendapatkan uang.
Memberikan uang untuk kompensasi menjadi model merupakan hal yang lumrah, terutama untuk foto komersial. Tetapi, saya ingin menangkap suasana tempat yang saya kunjungi sejujur mungkin sehingga lebih akurat merepresentasikan keadaan lingkungan perjalanan saya saat itu.
Saat berkunjung ke Pagoda Watugong di pagi hari, saya mendapati seorang ibu yang sedang menyapu tangga-tangga menuju Pagoda. Saya merasa cukup menarik jika memasukkan ibu ini dalam foto saya karena bercerita tentang aktifitas warga di sana. Tapi tidak mudah juga untuk mendapatkan komposisi yang pas. Saya berpindah-pindah seperti kupu kupu sambil menunggu momen yang tepat untuk memotret.
Foto diatas dibuat di kompleks Pagoda Watugong juga. Dengan sudut yang sedikit berbeda. Pohon di foto merupakan pohon Bodhi yang bibitnya dibawa dari India.
Di foto Masjid Agung Jawa Tengah ini, pertama-tama saya mengkomposisikan foto terlebih dahulu. Saya ingin membuat kesan tiang-tiang menuju ke Masjid. Setelah mengkomposisikan foto, saya merasa ada yang kurang di sebelah kanan foto. Tiba-tiba ada tiga orang berjalan menuju mesjid. Elemen manusia di sebelah kanan foto menjadi penyeimbang terhadap bagian kiri foto yang terang dan besar.
Tip & catatan
- Carilah cahaya yang menarik. Contoh: pagi hari dan sore hari biasanya cahayanya lebih menarik daripada siang bolong. Dengan pengetahuan tersebut kita bisa mengatur jadwal perjalanan sebaik-baiknya.
- Meksipun mengunakan lensa sapujagat, kita tetap harus rajin berpindah-pindah untuk mendapatkan komposisi yang menarik
- Bersabar menunggu waktu yang tepat untuk motret
- Membayar warga setempat untuk menjadi model membuat foto terkesan tidak alami
- Hindari memasukkan foto wisatawan ke dalam foto jika ingin foto yang alami
Sumber : infofotografi.com






0 komentar:
Posting Komentar